Doa-doa Dalam Ibadah Haji

Doa-doa Dalam Ibadah Haji

Berikut ini doa-doa ketika menunaikan ibadah haji :

  1. Niat Haji & Umroh
  2. Talbiyah
  3. Doa Ketika Ihram
  4. Doa Keluar Rumah
  5. Doa Ketika Sampai di Mina
  6. Doa Ketika Sampai di Musdalifah
  7. Doa Ketika Melihat Ka’bah
  8. Doa Ketika Tiba di Tempat Tujuan
  9. Doa Ketika Masuk Arofah
  10. Doa Masuk Masjidil Haram
  11. Doa Masuk masjid Nabawi
  12. Doa Melontar Jumroh
  13. Doa Memasuki Kota Makkah
  14. Doa Memasuki Kota Madinah
  15. Doa Menggunting Rambut
  16. Doa Sa’i
  17. Doa Thowaf
  18. Doa Wukuf
  19. Doa Ketika Kendaraan Mulai Bergerak
  20. Doa Waktu Diatas Kendaraan
  21. Doa Selesai Melaksanakan Haji Umroh
  22. Doa Sesampai di Tanah air

DOA NIAT HAJI & UMROH

Niat Haji

 TALBIYAH

Talbiyah

 DOA KETIKA IHRAM

Doa Ihram

DOA KELUAR RUMAH

Doa Keluar Rumah

DOA KETIKA SAMPAI DI MINA

Doa Ketika sampai di Mina

DOA KETIKA SAMPAI DI MUSDALIFAH

Doa Ketika Sampai di Musdalifah

DOA KETIKA MELIHAT KA’BAH

Doa Ketika Melihat Ka'bah

 Doa Ketika Tiba di Tempat Tujuan

Doa Ketika Tiba di Tempat Tujuan

Doa Ketika Masuk Arofah

Doa Masuk Arofah

Doa Masuk Masjidil Haram

Doa Masuk Masjidil Haram

Doa Masuk masjid Nabawi

Doa Masuk Masjid NabawiDoa Melontar Jumroh

Doa Melontar Jumroh

Doa Memasuki Kota Makkah

Doa Memasuki Kota Makkah

Doa Memasuki Kota Madinah

Doa Masuk Kota Madinah

Doa Menggunting Rambut

Doa Menggunting Rambut

Doa Sa’i

Doa Sa'i

Doa Thowaf

Doa Thowaf

Doa Wukuf

Doa Wukuf

Doa Ketika Kendaraan Mulai Bergerak

Doa Sewaktu Kendaraan Mulai Bergerak

Doa Waktu Diatas Kendaraan

Doa Waktu Diatas Kendaraan

Doa Selesai Melaksanakan Haji Umroh

Doa Selesai Melaksanakan Haji UmrohDoa Sesampai di Tanah air

Doa Sampai di Tanah Air

Sumber : http://haji.kemenag.go.id/content/main/10

Delapan Fakta dan Keistimewaan Hajar Aswad

Delapan Fakta dan Keistimewaan Hajar Aswad

Hajar Aswad merupakan batu hitam yang awal mulanya berasal dari surga. Sebelum berwarna hitam seperti yang dapat kita saksikan sekarang, Hajar Aswad berwarna putih. Namun karena dosa-dosa manusia, batu ini kemudian berubah menjadi hitam.
Ada beberapa fakta tentang kelebihan yang dimiliki Hajar Aswad sebagaimana diungkapkan oleh Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki dalam karyanya Al-Hajj Fadlail wa Ahkam, halaman 263 sebagai berikut:
Pertama, agama mensyariatkan mencium serta mengusapkan tangan pada batu hitam ini. Hal tersebut sesuai dengan kisah Sayyidina Umar radliyallahu anh, yang suatu saat mendatangi Hajar Aswad lalu menciumnya. Umar berkata:
إِنِّي أَعْلَمُ أَنَّكَ حَجَرٌ، لاَ تَضُرُّ وَلاَ تَنْفَعُ، وَلَوْلاَ أَنِّي رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُقَبِّلُكَ مَا قَبَّلْتُكَ
Artinya: “Sungguh, aku tahu, kamu hanya batu. Tidak bisa memberi manfaat atau bahaya apa pun. Andai saja aku ini tak pernah sekalipun melihat Rasulullah shallahu alaihi  wa sallam menciummu, aku pun enggan menciummu.” (HR Bukhari)
Hadits di atas dapat kita pahami, Umar telah menyaksikan Rasul mencium Hajar Aswad dengan mata kepalanya sendiri, sehingga menjadikannya ingin meniru perilaku Nabi sebagaimana di atas.
Meski secara kasat mata batu itu tidak bisa memberi manfaat dan bahaya sama sekali, menurut Musthafa Dib al-Bagha, Hajar Aswad tetap bisa memberi manfaat dari sisi mendatangkan pahala menciumnya. Sunnah Nabi-lah  yang mengakibatkan pahala itu bisa didapatkan. Bukan semata-mata Karena batu itu bertuah.
Kedua, Hajar Aswad menduduki tempat paling mulia di muka bumi ini. Terletak tepat di pojok Ka’bah pada bagian timur laut Ka’bah. Sudut ini yang dibangun pertama kalinya oleh Nabi Ibrahim bersama Ismail.
وَإِذْ يَرْفَعُ إِبْرَاهِيمُ الْقَوَاعِدَ مِنَ الْبَيْتِ وَإِسْمَاعِيلُ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Artinya: “Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): “Ya Tuhan Kami terimalah dari kami (amalan kami). Sesungguhnya Engkaulah yang Maha mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS Al-Baqarah: 127)
Ketiga, Hajar Aswad berada di tempat di mana posisinya selalu menjadi permulaan tawaf, yaitu terletak pada bagian sudut timur laut dari bangunan Ka’bah. Sedangkan semua orang tawaf selalu memulai tawafnya dari situ.
Keempat, sebagaimana yang diriwayatkan Abu Ubaid, Baginda Rasulullah mengkiaskan Hajar Aswad sebagai ‘tangan Allah’ di bumi. Barangsiapa yang mengusap Hajar Aswad, seolah-olah sedang bersalaman dengan Allah subhânahu wa ta’âlâ. Selain itu, ia dianggap seperti sedang berbaiat kepada Allah dan Nabi Muhammad shallallahu ‘allaihi wa sallam. Sesuai dengan sabda Baginda Nabi Muhammad:
مَنْ فَاوَضَهُ، فَإِنَّمَا يُفَاوِضُ يَدَ الرَّحْمَنِ
Artinya: “Barangsiapa bersalaman dengannya (Hajar Aswad), seolah-olah ia sedang bersalaman dengan Allah yang maha pengasih.” (HR Ibnu Mâjah: 2957)
Kelima, Hajar Aswad mempunyai cahaya yang memancar besar. Namun Allah subhânahu wa ta’âla menutupnya sebagaimana dalam riwayat Ahmad, at-Tirmidzi dan Ibnu Hibbân.
Keenam, pada hari kiamat, Hajar Aswad akan menjadi saksi bagi siapa saja yang pernah menyentuhnya dengan sungguh-sungguh sebagaimana hadits yang diriwayatkan dalam kitab as-Sunan karya at-Tirmidzi dan al-Ausath karya at-Thabrany.
Ketujuh, Hajar Aswad akan memberikan syafaat dan syafaatnya diterima Allah subhânahû wa ta’âlâ sebagaimana dijelaskan dalam hadits riwayat at-Thabrany. Meskipun hadits ini ada banyak tinjauan-tinjauan di sana.
Kedelapan, Hajar Aswad seolah-olah merupakan tangan Allah yang ada di muka bumi ini. Hadits berikut ini saling menguatkan antara satu dengan yang lainnya, sehingga menjadi hadits hasan:
إِنَّ الْحَجَرَ الْأَسْوَدَ يَمِينُ اللَّهِ فِي الْأَرْضِ، فَمَنْ لَمْ يُدْرِكْ بَيْعَةَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَمَسَحَ الْحَجَرَ، فَقَدْ بَايَعَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ»
Artinya: “Sesungguhnya Hajar Aswad merupakan (seolah) tangan Allah di muka bumi. Barangsiapa yang tidak bisa berbaiat kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, kemudian mengusap Hajar Aswad, maka ia sedang berbaiat kepada Allah dan Rasul-Nya. (Muhammad al-Azraqi, Akhbaru Makkah wa Mâ Jâa minal Âtsâr, Beirut, juz 1, halaman 325).
Keutamaan Rukun Yamani, Bagian Dari Ka’bah Di Makkah

Keutamaan Rukun Yamani, Bagian Dari Ka’bah Di Makkah

Rukun Yamani merupakan salah satu sudut Ka’bah yang mampu menarik perhatian jamaah haji dan umroh setelah hajar aswad. Meskipun demikian, faktanya untuk dapat menyentuh Rukun Yamani tak sesulit mencium atau menyentuh Hajar Aswad.

Keutamaan Rukun Yamani
Keutamaan Rukun Yamani, Bagian Dari Ka’bah Di Makkah

Keutamaan Rukun Yamani

Dalam hadits yang diriwayatkan Ibnu Umar RA mengatakan, ‘’Rasulullah SAW menyentuh Rukun Yamani dan hajar aswad dalam setiap thawaf,’’. Sahabat lainnya, Jabir RA juga pernah menceritakan, pada saat Fathu Makkah, Rasulullah menyentuh Rukun Yamani dan hajar aswad dengan sebatang tongkat.
Denah Ka'bah
Denah Ka’bah
Selain menyentuhnya dapat menghapus kesalahan-kesalahan, Rukun Yamani juga memiliki keutamaan lainnya. Menurut Ibnu Abbas, pada sudut Ka’bah itu terdapat seorang malaikat yang mengucapkan, ‘’Aamiin’’.
Maka dari itulah, Ibnu Abbas berkata, ketika menyentuh Rukun Yamani, bacalah ‘’Robbana atina fid dunya hasanah wa fil akhirati hasanah wa qina adzaban nar.’’ Ibnu Mas’ud RA juga mengatakan jika Rasulullah SAW pernah bersabda, ‘’Setiap kali sampai pada Rukun Yamani, aku selalu bertemu dengan Malaikat Jibril.’’
Meski memiliki keutamaan yang luar biasa, menyentuh Rukun Yamani tak perlu Anda paksakan hingga melukai diri sendiri dan orang lain karena hal tersebut pastilah tidak akan diridhoi oleh Allah SWT. Maka dari itu sentuhlah kedua rukun tersebut dengan cara yang baik.
Jadi jangan tunggu lebih lama lagi, ayo segera tunaikan ibadah umroh bersama dengan Suwandra Lampung. Hubungi kami untuk mendapatkan info menarik seputar paket ibadah lengkap dengan harga bersaing.

CALL KAMI
WA KAMI
Open chat
1
Halo, mohon info untuk Biro Umroh di Suwandra Lampung??
Powered by